Pages

Wednesday, September 8, 2010

Acara pembakaran Al-Quran di Florida dikecam

Indonesia bukan satu-satunya negara yang memprotes rencana pembakaran Alquran oleh sebuah gereja di Florida, Dove World Outreach Center. Sejumlah protes juga muncul di Afghanistan. Hal itu membuat komandan AS dan NATO di Afghanistan memperingatkan soal bahaya dari rencana gereja tersebut.


"Foto pembakaran Alquran bisa digunakan ekstremis di Afghanistan dan di seluruh dunia untuk memanas-manasi opini publik dan mengundang kekerasan," kata sang komandan, Jenderal David Petraeus, dalam 'e-mail'-nya kepada 'Associated Press'.

Komentarnya itu datang setelah warga Afghanistan menggelar protes besar di Kabul. Ratusan warga berdemonstrasi di depan masjid Kabul dengan membakar bendera AS dan patung pastor dari Dove World sambil mengulang-ulang kalimat 'matilah Amerika.'

"Saya sangat prihatin mengenai potensi dampak kemungkinan pembakaran Alquran. Bahkan rumor soal itu sudah bisa menyalakan demonstrasi seperti yang telah terjadi di Kabul kemarin," ujar Petraeus. "Jika benar-benar dibakar, keamanan tentara dan sipil kita bisa rusak dan penyelesaian misi kita (di Afghanistan) dapat menjadi lebih sulit."

Pada 2005, 15 orang meninggal dan beberapa lainnya luka-luka akibat kerusuhan di Afghanistan karena sebuah artikel di majalah 'Newsweek' yang menyebutkan sipir penjara Guantanamo membuang Alquran ke toilet. Artikel tersebut kemudian ditarik kembali.(*/AP/I-1)


P.S Sedih ya jika membayangkan Al-Quran yang kita cintai dibakar :'( hargailah semua agama!