Pages

Wednesday, September 8, 2010

Perayaan Idul Fitri di Berbagai Negara

Cina:

Di sebuah negara yang menganut sistem politik komunis, perayaan Idulfitri tetaplah meriah, meskipun terbatas sesuai jumlah muslim di China yang tidak banyak. Di Xinjiang, pagi di hari Idulfitri sekitar 1.000 muslim melakukan salat id. Para pria mengenakan jas khas dan kopiah putih, dan para wanita mengenakan baju hangat dan kerudung setengah tutup.

Pesta makan diisi dengan masak besar untuk seluruh jemaah yang hadir diikuti dengan makan bersama. Acara kemudian dilanjutkan dengan saling mengunjungi kerabat dan silaturahmi. Acara juga diisi dengan bersih-bersih makam dan pembacaan doa di makam kerabat. Hal yang menjadi ciri khas Lebaran di sana adalah upacara mengenang pembantaian umat muslim oleh Dinasti Qing dan juga selama revolusi kebudayaan.



Amerika Serikat

Perayaan Lebaran di Amerika adalah sebuah aktivitas yang tidak semeriah di daerah-daerah lain di dunia. Terkadang muslim di sini bahkan tidak sadar besok akan masuk Idulfitri sebelum malam telah berganti. Karena tanda masuknya bulan Syawal ditentukan oleh posisi bulan, sering jatuhnya Lebaran berbeda antara wilayah pesisir bagian barat dan pesisir timur. Di Amerika, jatuhnya Lebaran diberitahukan oleh komunitas muslim setempat melalui e-mail, telepon maupun pengumuman lewat website.

Keluarga muslim di Amerika akan bangun pagi-pagi, sarapan kemudian berangkat ke masjid, ballroom hotel, ataupun lapangan untuk mengikuti salat id. Pakaian yang dikenakan terkadang beragam sesuai asal pemakainya (mayoritas muslim di sana adalah imigran).

Selesai salat, dilanjutkan dengan saling mengucapkan selamat antarjemaah, Happy Eid atau Eid mubarak adalah ucapan yang paling sering disampaikan. Saling bersilaturahmi dilakukan terhadap kenalan dekat dan kerabat.

Karena Idulfitri bukan libur nasional, perayaan pun menjadi tidak sehangat di tempat lain. Namun, Empire State Building pernah diwarnai hijau untuk menghormati datangnya Idulfitri di tahun 2007.



Turki:

Lebaran di Turki dikenal dengan istilah Bayram, dan ucapan khas Lebaran adalah Bayraminiz Kutlu Olsun atau Bayraminiz M'barek Olsun (Semoga bayram-mu menjadi berkah). Perayaan besar ditandai dengan silaturahmi, mengenakan baju baru dan saling mengunjungi. Acara nyekar lebih semarak di sini, ditandai dengan pasar bunga untuk nyekar selama 3 hari berturutan.

Jika di Indonesia dikenal sungkem, di Turki hal ini dilakukan dengan orang tua mencium tangan kanannya lalu kemudian dipegangkan di dahi anaknya sambil mengucap doa Lebaran. Selain zakat fitrah, penggalangan dana bagi kaum miskin dilakukan dengan acara sosial sampai pertunjukan hiburan.


Iran:

Karena muslim Iran adalah pengikut ajaran Syiah, Idulfitri di Iran adalah perayaan personal dan kurang semarak. Dihiasi dengan salat id berjemaah di masjid dan lapangan kemudian dilanjutkan dengan acara silaturahmi keluarga. Acara ditutup dengan pemberian makanan dari keluarga kaya kepada yang papa.


Eropa:

Rata-rata perayaan Lebaran di negara-negara Eropa yang memiliki komunitas muslim sangat jauh dari kemeriahan. Karena Idulfitri bukanlah hari libur resmi, muslim di negara ini harus tetap bekerja/sekolah sebagaimana hari biasanya. Muslim akan berusaha mengambil cuti di hari ini supaya tetap bisa mengikuti salat id dan berkumpul dengan sesama muslim di masjid, kemudian berkumpul bersama keluarga di rumah.

Berdasarkan pengalaman penulis, kegiatan Idulfitri yang paling semarak malah akan terjadi di kantor kedutaan besar RI di negara-negara Eropa.

Diambil dari: http://www.lintasberita.com/Dunia/Berita-Dunia/Perayaan_IduL_FitRi_di_berbagai_Negara