Caraka atau
Raka adalah murid kelas 10. Walau masih kelas 10, ia sudah membuat banyak
keributan. Melihat ini, Bu Ratna, wali kelas Rakha memikirkan cara untuk
membuat Raka jera. Jika sampai kepala sekolah tau masalah Raka, ia bisa
dikeluarkan dari sekolah. Bu Ratna tidak ingin Raka dikeluarkan dari sekolah. Setelah
berunding dengan bu Ratna sebentar tentang hukuman apa yang cocok untuknya,
akhirnya diputuskan Raka akan dipaksakan menjadi anggota Redaksi Majalah
Sekolah. Setelah itu Raka segera pulang. Diperjalanan pulang, ia mendengar
suara seperti orang yang sedang mengeroyok. Raka segera mendekat, ternyata
teman sekelasnya, Nathan sedang dikeroyok anak senior. Tapi anehnya Nathan
terlihat santai, ia bahkan tersenyum saat ada yang menonjoknya dan denngan gesit
menghindar. Raka tertegun, padahal selama ini Nathan terlihat sebagai anak yang
lemah. Ia bahkan tidak pernah mengikuti jam olahraga karena izin khusus. Saat
tonjokan kedua melayang ke arah Nathan, Raka refleks langsung maju dan menahan
tangan sang senior. Sang senior langsung mundur dan kabur karena Raka sudah
terkenal sebagai Jago berantem. Nathan juga langsung pergi begitu saja tanpa
mengucapkan satu katapun pada Raka. Raka semakin heran dengannya.
Apalagi ia pernah mendengar gosip dari
teman temannya bahwa sebenarnya Nathan sangat jago olahraga bahkan pernah
mengalahkan senior saat tanding basket 5 lawan 1.
Baru
berjalan sebulan Raka menjalani masa hukumannya sebagai anggota Redaksi Majalah
Sekolah, ia sudah protes berkali kali
kepada bu Ratna. Raka sudah tidak tahan mesti seruangan dengan Nadya, ketua
kelas yang tidak pernah meminta bantuan orang lain, Nathan yang pintar, sombong
dan sinis serta Sarah yang pemalu dan sangat lemah. Anggota Redaksi Majalah
sekolah memang hanya mereka ber empat termaksud Raka. Dan Sarah sebagai
ketuanya. Sebenarnya ada anggota yang lain dari kelas 11 dan 12 tapi Sarah yang
tidak berdaya tidak bisa mengatur seniornya sehingga yang bekerja hanya 4 orang.
Tapi Raka sudah tidak tahan, apalagi bu Ratna memerintahkan Raka untuk kerja
disitu sampai kenaikan kelas. Tapi entah mengapa Raka justru malah semakin
terlibat kedalam kehidupan teman teman se Redaksi majalah sekolahnya tersebut. Raka sekelompok dengan Nathan dalam
mata pelajaran Fisika. Raka pun jadi tahu bahwa Nathan divonis kanker otak saat
kelas 2 SMP dan kemungkinan hidupnya tidak akan lama lagi. Mendengar itu lantas
Raka terkejut tapi Nathan terlihat tenang seperti ridak terjadi apa- apa. Entah
mengapa setelah 2-3 kali mengerjakan tugas kelompok, Raka merasa lebih dekat
dengan Nathan. Disaat sedang banyak- banyak nya tugas kelompok fisika, Raka
juga harus menjalankan paksaan temannya untuk menjadi vokalis band kelas mereka
untuk memperingati ulang tahun sekolah mereka. Karena jadwal latihan band dan
jadwal mengerjakan tugas kelompok fisika selalu bertubrukan, Raka menjadi tidak
pernah latihan band dan dimarah-marahi teman temannya. Apa boleh buat, Raka
tidak kuat melanggar janji apabila ia ingat bahwa umur Nathan tidak lama lagi.
Selain itu, Raka
juga menjadi sering membantu Sarah untuk lebih berani. Ia membantu Sarah
melawan kakak kelas yang berusaha merebut esai nya untuk mengikuti lomba. Dan
Raka juga membantu Sarah agar lebih berani melawan kaakak kelas ataupun
teman-temannya sendiri yang sering bergantung padanya saat tugas kelompok. Juga
suatu hari saat Raka sedang berada di rental VCD dekat rumahnya, ia bertemu
Nadya yang ternyata memiliki selera film yang sama dengannya. Ia dan Nadya pun
menjadi sering mengobrol. Mereka juga pernah bertemu di sebuah Music store dan
Nadya sangat terkejut akan pengetahuan Raka yang banyak tentang musik dan film,
walaupun di mata pelajaran sains dan matematika bisa dibilang dibawah standart.
Ia dan Nadya menjadi sering ketemuan di music store tersebut yang memang
merangkap kafe. Disana mereka mengobrolkan banyak hal yang membuat keduanya
semakin akrab. Benih benih cinta pun mulai datang. Raka mengungkapkan
perasaannya pada Nadya. Nadya yang saat itu masih terkejut hanya diam sedangkan
Raka langsung lari keluar karena malu. Esok harinya disekolah ada gosip bahwa
Raka jadian dengan Sarah. Sarah pun tidak terlihat menyangkal berita tersebut,
ia malah terlihat senang dengan gaya malu-malunya. Dhihan, sahabat Raka
menyatakan bahwa sepertinya Sarah menyukai Raka. Raka menjadi tidak enak, ia
tidak enak dengan Sarah kalo menyatakan bahwa dia tidak suka padanya, tapi
disisi lain Raka tidak mau Nadya kecewa padanya, apalagi setelah kemarin Raka
menyatakan suka padanya.
Disaat
dilanda masalah cinta, Raka juga harus terlibat masalah dengan guru. Mulai dari
tisur kemalan karena latihan band sehingga sering tertidur dikelas sampai
nilai-nilainya yang buruk tidang kunjung membaik. Saat itulah Nathan menawarkan
bantuannya pada Raka untuk mengajarinya seperti guru privat agar membantu Raka
menaikan nilainya. Raka lantas menerimanya, walau ia pun heran juga dengan
sifat Nathan yang berubah-ubah. Nathan pernah membelanya saat diceramahi dengan
kata-kata kasar oleh guru, Nathan sering membantunya menyelesaikan masalah
kecil yang ternyata menjadi besar, dan sekarang Nathan membantunya lagi. Nathan
juga membantu Raka menyelesaikan masalah cintanya. Menurutnya jika Raka
bersifat tidak jelas dan tetap bersikap baik ke Sarah maupun Nadya, justru akan
membuat keduanya sakit hati. Karena itu Nathan mendorong Sarah untuk menyatakn
perasaannya pada Raka dan mempertemukan mereka beruda. Sarah pun menyatakan
perasannya sambil menangis, Raka pun menolaknya dengan halus. Setelah itu Sarah
berkata ia merasa lega dan tidak masalah Raka menyukai siapa walaupun itu bukan
dirinya. Untuk menyelesaikan masalah dengan Nadya, Raka sudah punya rencana
sendiri dengan bantuan teman teman badnya. Rencananya, saat mereka tampil di
acara hari ulang tahun sekolah, di lagu terakhir Raka akan turun berjalan
menuju Nadya dan menyatakan perasaannya, sementara temannya menggantikan ia
menyanyi. Tapi Raka harus memastikan Nadya akan ada menontonnya. Disanalah
Nathan membantunya dengan mengatakan Raka hanya perlu melihat kemana dirinya
(Nathan) akan pergi disitulah ada Nadya. Ternyata benar, aka pun lebih mudah
mencari Nadya. Rencananya berhasil. Raka dan Nadya pun berpacaran.
Tetapi
disaat Raka selesai dengan masalahnya, penyakit Nathan memburuk. Ia ridak masuk
sekolah berhari-hari. Raka, Nadya, Sarah dan Dhihan berniat menjenguknya.
Mereka pun pergi ke rumah Nathan, disana mereka disambut ayah nathan. Ayah
Nathan berkata bahwa penyakit Nathan semakin parah, ia bercerita dulu Nathan
adalah anak yang ceria, ia sangat dekat dengan ibunya, tetapi saat ibunya
meninggal Nathan menjadi pemurung. Apalagi setelah ia divonis kanker. Nathan
tidak terlalu dekat dengan ayahnya sehingga merasa hidupnya tidak penting lagi,
karena itu ia bersikap sinis pada teman-temannya agar tidak ada yang merasa
kehilangan dirinya. Nathan pun menolak untuk dioperasi, padahal hanya itu
satu-satunya jalan untuk sembuh. Raka dan teman-temannya pun bergantian
mambujuk Nathan, mereka berkata bahwa Nathan adalah teman mereka yang berharga,
yang walaupun sinis tetapi sangat perhatian. Setelah dibujuk akhirnya Nathan
pun mau melakukan operasi. Ia bahkan sudah lebih ceria sekarang. Teman teman
sekelasnya bergantian menjenguknya dirumah sakit beberapa saat sebelum operasi.
Akan tetapi ternyta operasinya tidak berjalan lancar. Kanker sudah menyebar ke
seluruh tubuh Nathan, nyawanya pun tak terselamatkan. Raka sangat sedih akan
kepergian temannya itu, apalagi setelah banyak hal yang Nathan lakukan padanya,
rasanya ia tak rela kehilangannya. Disaat upacara pemakaman Nathan, Raka diberi
surat oleh ayah Nathan. Ternyata surat itu adalah tulisan Nathan yang
menceritakan bahwa betapa Raka sudah mengubah hidupnya, ia menuliskan terima
kasih kepada Raka. Surat itu membuat Raka menangis. Di majalah sekolah, Sarah
menuliskan kalimat untuk Nathan yang isinya sebagai berikut: “Aku bisa
kehilangan seorang teman seperti itu dengan kematianku, tetapi tidak dengan
kematiannya.”