Hai
mau cerita dikit. eh lebih tepatnya curcol sih. ah apakek yang enak bilangnya. lagi butuh banget buat meluapkan emosi. di saat tidak ada bahu untuk bersandar, tangan untuk merangkul, mungkin sekedar kertas kosong (okay, a blank digital paper) dengan hati dan pikiran bisa mengobati. huft apadeh..
Jadi gini, entah mengapa beberapa hari ini gue ngerasa apa ya... bingung. gatau bingung kenapa. gatau sama perasaan sendiri. gatau sama tujuan sendiri. gatau kenapa bingung.
Yah, tapi gue berusaha jalanain dengan biasa saja. tiap kali aku merasa tertekan, bingung lagi, gue coba nutup mata. gue mikir apa yang udah gue dapet selama ini, mencoba bersyukur. dan berdo'a sama Allah. setelah itu gue tarik napis panjang, terus hembusin. dan gue berharap karbon dioksida yang keluar dari saluran pernapas itu turut membawa problema dan dilema yang gue alami :)
And seriously, metode yang gue terapin itu, cukup sukses. Gue jadi bisa senyum dan bercanda kayak biasa. gue selalu mikir "sedih itu ngga ada gunanya. gaada gunanya mengumbar kesedihan. lebih baik hapus kesedihan itu syukurin sama apa yang udah terjadi, everything's happend for a reason." and yeap, gue berusaha percaya (atau mungkin kegeeran) bahwa ada orang-orang diluar sana yang bakal sedih kalo gue sedih juga(?) oke ini geer banget hahaha-_-
Satu lagi hal yang gue lakuin tiap sang dilema menyerang. Gue liat sekeliling, liat temen sekelas gue, liat sahabat-sahabat gue, liat keluarga gue, liat elo... dan gue sadar hidup itu berharga, yah seengganya lo dikelilingi orang yang menyayangi lo, yang selalu ada buat lo, masih banyak orang yang ga seberuntung itu. so, i dedicated all of my heart, soul, and love to you, you, and you who always support me and stand beside me :)
I'm nothing without you, guys, thank you so much.
mau cerita dikit. eh lebih tepatnya curcol sih. ah apakek yang enak bilangnya. lagi butuh banget buat meluapkan emosi. di saat tidak ada bahu untuk bersandar, tangan untuk merangkul, mungkin sekedar kertas kosong (okay, a blank digital paper) dengan hati dan pikiran bisa mengobati. huft apadeh..
Jadi gini, entah mengapa beberapa hari ini gue ngerasa apa ya... bingung. gatau bingung kenapa. gatau sama perasaan sendiri. gatau sama tujuan sendiri. gatau kenapa bingung.
Yah, tapi gue berusaha jalanain dengan biasa saja. tiap kali aku merasa tertekan, bingung lagi, gue coba nutup mata. gue mikir apa yang udah gue dapet selama ini, mencoba bersyukur. dan berdo'a sama Allah. setelah itu gue tarik napis panjang, terus hembusin. dan gue berharap karbon dioksida yang keluar dari saluran pernapas itu turut membawa problema dan dilema yang gue alami :)
And seriously, metode yang gue terapin itu, cukup sukses. Gue jadi bisa senyum dan bercanda kayak biasa. gue selalu mikir "sedih itu ngga ada gunanya. gaada gunanya mengumbar kesedihan. lebih baik hapus kesedihan itu syukurin sama apa yang udah terjadi, everything's happend for a reason." and yeap, gue berusaha percaya (atau mungkin kegeeran) bahwa ada orang-orang diluar sana yang bakal sedih kalo gue sedih juga(?) oke ini geer banget hahaha-_-
Satu lagi hal yang gue lakuin tiap sang dilema menyerang. Gue liat sekeliling, liat temen sekelas gue, liat sahabat-sahabat gue, liat keluarga gue, liat elo... dan gue sadar hidup itu berharga, yah seengganya lo dikelilingi orang yang menyayangi lo, yang selalu ada buat lo, masih banyak orang yang ga seberuntung itu. so, i dedicated all of my heart, soul, and love to you, you, and you who always support me and stand beside me :)
I'm nothing without you, guys, thank you so much.