Anak itu lagi...
Kali ini ia tidak datang sendirian
Seorang wanita cantik menggandeng tangannya
Anak itu terlihat kesal
Aku menatapnya penuh kasihan
Berharap ia menyadari keberadaanku
Rasa rindu kesepian ini sudah terlalu besar
Setelah sekian lama
Penantian ku akan berakhir
Kesepianku akan sirna
Terus kutatap matanya
Berhasil, kedua matanya membunuh tatapanku
Aku tersenyum, merenggangkan kedua tanganku
Tangannya terlepas dari genggaman wanita disampingnya
"Kemarilah, sayang..."
Aku berbisik.
Aku yakin ia akan mendengarnya
Anak itu berbeda.
Perlahan, ia melangkahkan kaki kurusnya mendekat kepadaku
Senyumku makin lebar
Ia mengangkat sebelah tangannya
Ya, sedikit lagi....
Sedikit lagi...
"Pegang tanganku, adik manis"
"..................."
"Mama, aku takut"
Senyumku hilang
Anak itu menarik tangannya kembali
Berlari kencang ke wanita cantik yang tadi menggenggam tangannya
"Kenapa, sayang?"
Anak itu tidak menjawab
Tangannya menggegam erat pinggang wanita itu
Wajahnya masih menoleh kepadaku
Mulutnya menggerakan suatu kata yang tidak jelas...
"Apa? Apa yang kau katakan?"
"A...ti..a...i..."
Persetan dengan anak itu
Dengan langkah besar aku mengejar anak itu
"APA?!"
Persetan dengan orang lain
Pun, tidak ada yang bisa mendengar
Bibir anak itu bergetar....
"Mati."
Kali ini ia tidak datang sendirian
Seorang wanita cantik menggandeng tangannya
Anak itu terlihat kesal
Aku menatapnya penuh kasihan
Berharap ia menyadari keberadaanku
Rasa rindu kesepian ini sudah terlalu besar
Setelah sekian lama
Penantian ku akan berakhir
Kesepianku akan sirna
Terus kutatap matanya
Berhasil, kedua matanya membunuh tatapanku
Aku tersenyum, merenggangkan kedua tanganku
Tangannya terlepas dari genggaman wanita disampingnya
"Kemarilah, sayang..."
Aku berbisik.
Aku yakin ia akan mendengarnya
Anak itu berbeda.
Perlahan, ia melangkahkan kaki kurusnya mendekat kepadaku
Senyumku makin lebar
Ia mengangkat sebelah tangannya
Ya, sedikit lagi....
Sedikit lagi...
"Pegang tanganku, adik manis"
"..................."
"Mama, aku takut"
Senyumku hilang
Anak itu menarik tangannya kembali
Berlari kencang ke wanita cantik yang tadi menggenggam tangannya
"Kenapa, sayang?"
Anak itu tidak menjawab
Tangannya menggegam erat pinggang wanita itu
Wajahnya masih menoleh kepadaku
Mulutnya menggerakan suatu kata yang tidak jelas...
"Apa? Apa yang kau katakan?"
"A...ti..a...i..."
Persetan dengan anak itu
Dengan langkah besar aku mengejar anak itu
"APA?!"
Persetan dengan orang lain
Pun, tidak ada yang bisa mendengar
Bibir anak itu bergetar....
"Mati."