Hari itu 25 April 1972, di sebuah rumah dinas pabrik gula yang bertempat di kota kecil bernama Situbondo, telah lahir satu jiwa baru. Ruh nya telah ditiup oleh Allah, mengisi tubuh bayi perempuan cantik yang menangis dipelukan ibunya. Sang Ayah memegang tangan istrinya penuh cinta. Sudah lama semenjak anak terakhir mereka dilahirkan. Bayi perempuan ini datang tanpa permisi, seolah-olah Allah memberikan hadiah kejutan untuk pasangan suami istri ini. Hadiah terindah yang pernah diturunkan di muka bumi.
Perempuan itu tumbuh sehat. Kulitnya putih, bahkan di usia belia paras ayu nya terlihat begitu menawan. Turunan dari ibunya yang cantik dan ayahnya yang separuh indo. Menjadi anak perempuan satu-satunya, ibunya begitu memanjakannya. Memakaikannya pakaian terbaik, layaknya bintang cilik di televisi.
Keluarga itu sungguh bahagia, tiap minggu sang ayah kan mengendarai mobil, mengantar kelima anaknya ke tempat-tempat menakjubkan. Setelah itu mereka berhenti di tepian sungai, duduk dialasi rumput tertutup kain. Makan siang dari bekal bikinan ibu. Kebahagian bagi mereka sederhana, sekedar berkumpul dan makan siang bersama.
Ayah adalah karyawan pabrik gula terbesar di Indonesia saat itu. Pekerjaannya membuat ia dan keluarganya harus rela berpindah-pindah tempat tinggal. Bagi anak-anak, kepindahan itu membuat mereka harus berganti teman terus, namun sang Ayah dan Ibu adalah orang tua yang hebat, kelima anak mereka tumbuh menjadi anak yang mandiri dan menyenangkan.
Genap sudah enam tahun sejak bayi perempuan mereka dilahirkan, sang ibu merenggang nyawa. Kanker menyebar di tubuhnya, membuat ia harus meninggalkan keluarga dan anak perempuannya yang masih belia. Sejenak, keluarga itu diliput sedih. Tidak ada lagi bekal untuk makan siang, tidak ada lagi Ibu yang memeluk hangat, tidak ada lagi sesosok wanita cantik nan cerdas yang membanggakan keluarga. Ah, perpisahan memang begitu berat.
Tanpa ibu, sang ayah membesarkan kelima anaknya. Namun asuhan laki-laki dan perempuan memang berbeda, sang anak perempuan bungsu pun tumbuh tomboy. Rambutnya dipotong pendek, tidak pernah panjang. Kesukaannya pun mengikuti keempat kakak nya yang laki-laki. Kedatangan mba Ai lah yang merubahnya. Mba Ai seorang sepupu, tinggal untuk menemani si bungsu. Mba Ai yang cantik, mengajarkan etika etika perempuan, mengajarkan sang perempuan tips tips kecantikan dan berpakaian, dan menjadi tempat curhat dan konsultasi masalah percintaan.
Saat berumur 15 atau 16, si bungsu bersekolah di SMA kota Malang. Rambut pendeknya tidak menghilangkan kecantikannya, sikapnya yang manis dan menyenangkan membuat beberapa laki-laki di sekolahnya jatuh cinta. Tapi perempuan bungu itu belum mengerti cinta, membuat patah hati laki-laki yang mengejarnya. Saran mba Ai pun tidak ia hiraukan, ia betul-betul belum ingin mengerti cinta.
Namun yang pasti, ia paham akan cinta atas keluarga. Sang ayah meninggal saat ia SMA, menyisakan ia sendiri dengan mba Ai di rumah. Keempat kakak nya sudah tinggal di luar kota, ada kuliah ada bekerja. Dan saat itu ia mengerti, betapa sakit nya kehilangan orang yang dicintai.
Sejak saat itu lah, ia berprinsip untuk tidak membuka hati untuk laki-laki mana pun sampai ia yakin laki-laki tersebut tidak akan meninggalkannya. Ia berprinsip bahwa laki-laki yang mencintai mu dengan tulus, tidak akan pergi saat kau menolaknya. Laki-laki yang mencintaimu dengan tulus, akan memperjuangkan mu seberat apapun usaha yang harus dijalani.
Yogyakarta ternyata telah menyimpan banyak kisah yang siap untuk dilalui, tepat setelah sang perempuan lulus dan berkuliah di UGM. Disanalah, ia bertemu dengan laki-laki impiannya. Disana, berbagai mimpi dan harapan ia wujudkan.
Dan sekarang, sang perempuan bukan lah si bungsu yang sama. Ia telah menjadi ibu seperti ibunya dulu. Ibu yang cantik, ibu yang pengertian, ibu yang kuat, ibu yang cerdas, ibu yang tidak pernah lelah menyiapkan bekal untuk keluarganya. Pekerjaannya menyenangkan, seorang dosen di sebuah universitas negerti ternama. Keluarga nya begitu ia cintai, dan ia tidak pernah tahu betapa keluarganya juga mencintai nya.
Dan perempuan itu, adalah ibuku :)