Kali pertama dalam tahun ini, Bandung. Kota penuh cinta. Entah sejak kapan aku jatuh cinta, kepada kota yang dulu pernah menjadi lautan api. Kalau kau tanya mengapa? Aku sendiri pun tak tahu.
Mungkin karena hujan ini. Mungkin karena kehangatan ini. Mungkin karena deretan pohon pinus disini. Mungkin karena enam belas tahun lalu, dua orang yang paling aku cintai, sayangi, hormati, mengucapkan janji setia sehidup semati disini.
Janji yang tak pernah teringkar. Janji yang membuatku ada di dunia. Janji yang kemudian memberikan kebahagiaan pada mereka yang mendekat. Janji suci.
Mungkin karena itu aku jatuh cinta. Tidak kepada deretan pohon pinus, tidak kepada hujan, pun juga pada kehangatan.
Aku jatuh cinta, kepada takdir yang mengikat janji dua insan paling berharga dalam hidup ku.
Mungkin karena hujan ini. Mungkin karena kehangatan ini. Mungkin karena deretan pohon pinus disini. Mungkin karena enam belas tahun lalu, dua orang yang paling aku cintai, sayangi, hormati, mengucapkan janji setia sehidup semati disini.
Janji yang tak pernah teringkar. Janji yang membuatku ada di dunia. Janji yang kemudian memberikan kebahagiaan pada mereka yang mendekat. Janji suci.
Mungkin karena itu aku jatuh cinta. Tidak kepada deretan pohon pinus, tidak kepada hujan, pun juga pada kehangatan.
Aku jatuh cinta, kepada takdir yang mengikat janji dua insan paling berharga dalam hidup ku.
Bandung, 14 Februari 2015