Pages

Thursday, June 9, 2016

Loaded

Hai.

First of all, saya mau bersyukur kepada Allah atas tercapai nya satu langkah untuk mengejar mimpi saya menjadi dokter. Tanggal 9 Mei kemarin menjadi salah satu hari paling bahagia, hari saat terjadi nya momentum yang semakin menambah rasa untuk terus berjuang dan belajar, dan terutama untuk bersyukur.

So....

I was admitted to Medicine School on Brawijaya Univeristy. Alhamdulillah, all pray goes to Allah for His graceness :)

Semoga ini pertanda bahwa mimpi saya sejalan dengan rencana Nya, Aamiin.

Next is, my birthday.

18 years old. 18 tahun hidup di dunia. Ada rasa takut sih, terutama saat akhirnya sadar saya belum ngapa-ngapain di dunia. Atau lebih tepat jika ditulis: saya belum ngapa-ngapain buat dunia. Hal-hal yang selamai ini saya lakukan masih sebatas untuk diri saya sendiri; meng-upgrade diri, menambah pengalaman diri, etc. And the saddest part is, saya sendiri gak yakin waktu yang saya gunakan untuk meng-upgrade diri saya sediri itu berhasil atau tidak. Saya merasa masih belum bisa 'berdiri' sendiri.

Tapi ya harus dipaksa. Harus dipaksa mandiri.

Like my dad said,

"Kamu sebentar lagi hidup sendiri, harus bisa memutuskan sendiri apa-apa yang terjadi dalam hidup kamu. Harus dipikirin bener-bener sebelum memutuskan, pertimbang kan apa kah itu sesuai dengan diri kamu, tidak melawan agama dan hukum, dan tidak merugikan orang lain."

Ya... rasa nya masih panjang perjalanan saya untuk bisa menjadi manusia seutuh nya. Dan pastinya bakal sangaaaaatt berliku-liku dan tidak mudah. Untuk menghadapi ini saya selalu ingat perkataan ibu saya,

"Jangan ragu, ambil kesempatan yang ada dan nikmatin apa pun yang terjadi. Jangan terlalu dipikirin hal-ha yang bikin pusing. Stress gak akan menyelesaikan masalah. Dan yang paling penting, peduli sama sekitar."

Perkataan kedua orang tua saya itu lah yang akan saya jadikan pegangan, karena saya yakin mereka tahu apa yang terbaik buat saya. Dan ridho orang tua ridho Allah juga kan? hehe

Anyway, ulang tahun saya tahun ini dirayakan sengan kue pembelian bapak. Di atas kue itu ada hiasan patung Larva. Pas saya tanya kenapa milih kue itu, Bapak jawab,

"Larva ini diibaratkan kayak Dani, baru mentas dari induk nya, siap menjadi kupu-kupu."

Pas itu sih saya ketawa aja, ngakak malah. Tapi setelah dipiir-pikir bener juga ya hahaha