tuan baik, kita belum banyak membicarakan perihal kesukaan dan teman temannya
setiap bincang terasa tidak nyata karena angan mu aku tidak paham
dulu aku rasa, kebaikan mu saja cukup, bisa mengecualikan hal-hal lainnya
rasanya seperti membaca buku baru, saat di halaman ketiga aku rasa sungkan, tapi kuanjutkan saja hanya karena ingin tahu akhir nya berupa apa
tuan baik, aku sadar kamu begitu baik, semua orang juga pasti akan setuju
tutur kata mu pun santun, dengan pesan yang isinya tidak ada kesia siaan
hati hati dirimu melangkah, sekali dua menyisipkan manis manis buatan
awalnya aku pun masih bertanya sana sini
mana yang lebih penting rupanya, kebaikan itu sendiri apakah bisa selesaikan semua?
mereka jawab, ya, memang bisa, nanti yang lain akan mengikuti
maaf kan aku tuan yang baik, rupa rupanya aku masih tetap tidak bisa mendengar kata mereka
terimakasih untuk bincang bincang nya.