Saya percaya, ada kalanya pada setiap wajah yang saya temui, saya merasa kehilangan.
Karena saya tahu dalam hati, ada satu orang yang terus saya cari keberadaannya, yang wajah nya terus terbayang di antara keramaian.
Dan di saat saya mencapai akhir pencarian itu, saat akhirnya ia yang saya cari berdiri di hadapan saya, hanya ada bisu.
Bukan bisu yang menyenangkan, karena dulu bisu itu sempat terisi tawa. Bisu itu sempat terisi obrolan hangat .
Saat ini, setiap kata yang terucap terasa seperti belati bermata dua, akan melukai kedua nya, saya dan dia.
Karena saya tahu dalam hati, ada satu orang yang terus saya cari keberadaannya, yang wajah nya terus terbayang di antara keramaian.
Dan di saat saya mencapai akhir pencarian itu, saat akhirnya ia yang saya cari berdiri di hadapan saya, hanya ada bisu.
Bukan bisu yang menyenangkan, karena dulu bisu itu sempat terisi tawa. Bisu itu sempat terisi obrolan hangat .
Saat ini, setiap kata yang terucap terasa seperti belati bermata dua, akan melukai kedua nya, saya dan dia.