Pages

Thursday, January 4, 2018

Tulisan mu, kah? Kalau iya, Terima kasih

Siang itu begitu panas
Terik nya mentari membuat jengah, menembus kaca dan memberi peluh pada setiap orang di angkutan kota saat itu.
Angin pun seakan mengerti, bahwa matahari saat itu ingin egois, tidak ingin berbagi tempatnya di langit sana.
Klakson dan derit rem berulang ulang mengalun, menemani hawa panas yang seolah bekata "belum cukup".
Dalam himpitan segala keruwetan itu, aku berusaha mencari dompet ku dari tumpukan kertas dan buku di dalam tas
Bersamaan dengan tangan ku yang menarik dompet coklat ku, secarik kertas putih keluar dari dalam tas ku,  hampir terbang keluar jendela kalau tidak cepat-cepat aku tangkap.
Aku melihat nya sekilas, sebuah sobekan kertas buku yang dilipat menjadi empat, dengan tulisan tangan di pojok bawah bertuliskan: "Untuk dibaca".
Sambil melihat kanan kiri, memastikan tidak ada yang memperhatikan, aku membuka lipatan kertas tersebut.
"Mr. Bean doesn't want to lose his teddy bear. Please stay."  
                                                             p.s. maaf pulang duluan 
Rasa hangat mengalir seiring ingatan ku berulang pada tiga tahun lalu. Rupanya, setelah tiga tahun berlalu, kertas itu masih berada di tempat yang sama saat ia meletakannya secara diam-diam dalam tas ku.
Tidak, disini aku menulis ini, bukan karena ingin berusaha membuka rasa itu kembali.
Pun juga rasanya sudah cukup, hikmah apa yang kuambil dari saat itu sudah kudapat dan tersimpan rapi dalam seluk hati.
Hanya ingin berterimakasih, atas pelajaran berharga yang kudapatkan.
Bahwa manusia hanya bisa berkata dan berencana.
Bahwa rasa itu lebih baik disimpan dulu agar indah.
Bahwa waktu adalah obat terbaik untuk setiap lara.
Dan bahwa setiap pengalaman, indah maupun tidak, sebenarnya adalah sebuah ujian dalam hidup, bukan untuk ditangisi, tapi sebagai batu loncatan untuk mencapai dirimu yang lebih baik di mata Tuhan.
Tidak perlu orang-orang itu tahu, seberapa besar perjuangan yang telah kamu lakukan, apa yang kamu jalani bukan untuk mereka.
Karena kamu adalah kuat, karena Tuhan selalu memberikan apa yang sanggup kita jalani.
Sekali lagi terima kasih,
Semoga kita selalu berada dalam lindungan Nya.