Pages

Thursday, April 23, 2020

Kalau kamu, mungkin

Kalau kamu Bunda ku, mungkin kamu bakal bisa baca pikiranku
Atau bisa jadi kamu akan punya kekuatan untuk melihat ku dari jauh;
Mendengarkan kata kata yang bersembunyi dari bibir ku
Yang hanya berputar putar di bawah tempurung kepala.

Mungkin kamu adalah panggilan telfon tiba tiba yang datang saat aku sedang sakit
Atau mungkin akunya saja yang sekejap melunak saat mendengarkan nasehat mu
Walau tidak aku kerjakan
Hanya ngangguk ngangguk ngangguk sampai hampir lepas kepala ku.

Barangkali, Sayang, kamu tidak usah jadi Bunda ku
Bukan nya aku akan repot kalau punya dua
Tapi aku sudah bersyukur kok punya satu

Kamu tidak perlu memarahi ku karena nanti aku takut
Kamu juga tidak perlu merendam ku dalam bayclin
Aku juga ingin memutihkan diriku sendiri kok
Jangan menuntut ku, ya?

Biarkan saja aku jadi apa yang aku mau
Biar juga kamu jadi apa yang kamu mau

Dan,
Kita dapat tetap merencana bersama, kan, sayang?
Karena barang kali mau kita bertemu

Puisi ini ditulis oleh Daffa, laki-laki di tulisan "Jogja" di post sebelum ini. Aku post di sini karena suka. Sudah izin dia juga katanya tidak apa. 
Ohiya, dia juga suka menulis. Kalau tertarik, bisa dibaca tulisan nya di https://ranudharma.wordpress.com/