"Bapak ini matanya sudah tidak bisa diselamatkan"
"Mungkin kalau pas mulai tidak bisa lihat langsung kesini masih bisa.. tapi ini sudah terlalu berat kerusakannya"Kemudian hening
Istriku mulai menangis
..............
"Maaf ya bu, bapak telat berobatnya.."
Saya masih ingat betul ketika sang istri dengan sabar menuntun suaminya masuk ke ruangan periksa, sesekali guyon, namun tangannya tidak pernah terlepas dari genggaman tangan suaminya.
"Saya dulu satpam dokter, udah 1 tahun berhenti kerja karena mata ini, gak bisa lihat."
Istrinya ikut menimpali, katanya ia heran melihat suaminya yang dulu gagah perkasa itu sekarang bahkan tidak bisa berjalan sendiri.
Keduanya kemudian tertawa. Damai. Sang suami membanggakan istrinya yang sudah seperti mata keduanya.
Setelah menanyakan beberapa pertanyaan, pemeriksaan dilakukan. Saat itu saya sudah menyadari bahwa hasilnya tidak akan baik. 5 tahun tanpa pengobatan..
Dan begitulah kemudian kabar buruk itu harus disampaikan juga. Hening yang mencekam mengikuti setelahnya. Berapa kali pun saya belajar saat kuliah, menyampaikan kabar buruk secara langsung tetaplah tidak mudah.
Saat itulah sang istri mulai menangis. Kali ini suaminya yang memeluk, sambil meminta maaf berkali-kali.
Keduanya kembali berdiri, genggamannya lebih erat dari sebelumnya. Mata sang istri masih berkaca kaca, tapi di bibirnya tersungging senyum dan kemudian ia berkata degan lembut,
"Ikhlas nggih pak.. maaf juga ibuk gak nyuruh bapak berobat cepat cepat."
Rabu, 15 September 2021.